Kakorlantas: Angka Kec...

Kakorlantas: Angka Kecelakaan Turun 15,5%, Fatalitas Anjlok 38,9% di Operasi Ketupat

Ukuran Teks:

AngkasaOnline.com, Jakarta – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho melaporkan angka kecelakaan lalu lintas turun 15,50% dan fatalitas korban anjlok 38,9% selama beberapa hari awal Operasi Ketupat 2026. Data tersebut diungkap Irjen Agus di Command Center PJR Korlantas Polri Km 29 Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026).

Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa penurunan signifikan ini merupakan hasil dari upaya pengamanan lalu lintas yang intensif. "Peristiwa kecelakaan, kami sampaikan bahwa sampai saat ini ada penurunan peristiwa kecelakaan 15,50%. Jadi peristiwa kecelakaan, jadi fatalitas korban, itu ada penurunan 38,9%," katanya.

Berdasarkan penjelasannya, selama 5 hari Operasi Ketupat 2026, belum ada peristiwa menonjol terkait Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas). Sementara itu, volume kendaraan terus meningkat hingga malam hari. "Jadi sampai malam ini, kami juga sampaikan Pak Menteri, bahwa Harkamtibmas selama operasi hingga 5 hari ini tidak ada peristiwa yang menonjol," ucap Kakorlantas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A Purwantono, melaporkan data terkini arus kendaraan. Hingga pukul 22.00 WIB, Selasa (17/3), jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta telah mencapai 1,1 juta unit. Angka ini setara dengan 32% dari total proyeksi.

"Arus kendaraan keluar dari Jakarta mencapai 1,1 juta, atau 1.100.000. Sehingga memasuki angka 32% dari proyeksi, sudah mulai bertambah dari hari-hari sebelumnya," ujar Rivan. Jasa Marga berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan untuk penerapan rekayasa lalu lintas.

Salah satu rekayasa yang dilakukan adalah pemberlakuan one way sepenggal tahap 1 sore hari ini. Proyeksi menunjukkan volume kendaraan keluar Jakarta akan meningkat hingga 34% atau 1,2 juta unit pada malam ini. "Untuk itulah kemudian bersama Pak Menteri Perhubungan maupun Pak Kakorlantas, dijalankannya one way sepenggal tahap 1 ini," imbuh Rivan.

Diketahui, Operasi Ketupat 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, yakni mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Tahun ini, diprediksi sebanyak 143,9 juta perjalanan masyarakat akan melakukan mudik Lebaran.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan