AngkasaOnline.com – Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan Presiden Prabowo Subianto terus memaksimalkan peran Indonesia untuk perdamaian Palestina melalui keanggotaan Board of Peace (BoP). Pernyataan ini disampaikan Cak Imin di sela kegiatan Jejak Jajanan Nusantara di GBK, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026), di tengah upaya Indonesia yang tak putus mengirim bantuan untuk rakyat Gaza dan menghadapi kendala pengiriman.
Menurut Cak Imin, BoP ataupun langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden merupakan upaya untuk memaksimalkan peran Indonesia. "Jadi begini, BoP ataupun langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan presiden adalah langkah-langkah untuk memaksimalkan peran kita," kata Cak Imin.
Cak Imin menyebut kiriman bantuan untuk Palestina kerap mengalami kendala. Untuk itu, diplomasi Prabowo mencari jalan lain agar bantuan bisa sampai seutuhnya. "Peran kita itu apa? Ya, kalau bantuan kepada Gaza itu banyak terpotong atau terhambat, harus dicari pintu-pintu untuk mendorong bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran dan bisa masuk," jelasnya.
Dia melanjutkan, bantuan tidak hanya mengandalkan penerjunan dari pesawat, tetapi juga bisa lebih leluasa masuk ke Gaza. "Tidak hanya mengandalkan bantuan yang diterjunkan dari pesawat, tetapi bisa lebih leluasa untuk masuk ke Gaza," imbuh Cak Imin.
Sehingga, lanjutnya, BoP, bilateral, multilateral, hingga kunjungan Presiden ke berbagai negara, termasuk saat pulang dari New York, adalah upaya membuka pintu seluas-luasnya. Tujuannya agar bantuan Indonesia bisa masuk ke Gaza dan Palestina pada umumnya. "Karena ada indikasi bantuan yang masuk yang kita bawa itu tidak sampai 30%, tidak sampai 30% yang sampai, yang lain terhambat," ucapnya.
Selain itu, Cak Imin menyebut diplomasi global Prabowo juga bertujuan untuk memperkuat ekonomi nasional. Hal ini termasuk kesepakatan dengan Amerika Serikat. "Yang kedua, semua tujuan yang dilakukan oleh Presiden adalah untuk menjaga kekuatan ekonomi nasional. Jadi kepentingan nasional nomor satu," kata Cak Imin.
Menurutnya, kepentingan nasional adalah prioritas utama. Tujuannya agar industri dalam negeri tetap berjalan dan ekspor ke Amerika Serikat tetap surplus. "Nomor satu adalah kepentingan nasional sehingga industri kita tetap jalan, ekspor kita ke Amerika tetap surplus," pungkasnya.