AngkasaOnline.com, Caracas – Seorang balita berhasil diselamatkan dari reruntuhan puing pasca gempa Venezuela setelah terperangkap selama enam hari. Penyelamatan dramatis oleh tim darurat Yordania ini menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia.
Dilansir AFP, rekaman video memperlihatkan para petugas penyelamat bersorak gembira saat menemukan anak tersebut dalam kondisi hidup. Bocah laki-laki itu langsung menerima pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit, sebagaimana pernyataan Badan Pertahanan Sipil Yordania.
Dalam rekaman lain, terlihat petugas menyeka wajah anak tersebut dengan tisu dan melindunginya menggunakan selimut di dalam ambulans. Tanda-tanda vital balita itu dilaporkan dalam kondisi baik.
Berdasarkan Reuters, balita laki-laki itu bernama Klieber Moran. Ia dievakuasi dari gedung Los Corales Garden 1 di negara bagian La Guairรก. Moran diketahui terperangkap di bawah reruntuhan selama enam hari sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Usia Moran menjadi sorotan karena adanya perbedaan informasi. Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, melalui pesan Telegram menyatakan Moran berusia tiga tahun. Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez menyebut anak laki-laki itu berusia dua tahun yang langsung mendapat perawatan medis.
Jorge Rodriguez menekankan pentingnya harapan dalam upaya penyelamatan. "Kita harus tetap berpegang pada harapan untuk terus menemukan orang-orang yang masih hidup di bawah reruntuhan," kata Jorge dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir Reuters, Rabu (1/7/2026).
Dia menambahkan, "Pagi ini, seorang anak laki-laki berusia 2 tahun berhasil diselamatkan dan saat ini sedang menerima perawatan di sebuah pusat kesehatan di Caracas."