AngkasaOnline.com, Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan berkunjung ke Oman pada Sabtu (11/7/2026). Kunjungan ini bertujuan membahas stabilitas Selat Hormuz, yang menjadi sumber ketegangan utama antara Amerika Serikat dan Iran setelah penutupan jalur oleh Teheran.
Dilansir AFP, kunjungan Araghchi akan difokuskan pada Selat Hormuz dan keselamatan pelayaran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan kunjungan ini merupakan "kelanjutan dari konsultasi yang telah kami mulai dengan Oman selama satu atau dua bulan terakhir." Pernyataan Baghaei dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
Diketahui, Selat Hormuz telah menjadi sumber ketegangan utama antara Washington dan Teheran. Pihak Iran secara efektif menutup jalur air strategis tersebut. Penutupan itu sebagai respons atas perang yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Konflik bersenjata tersebut sebelumnya sempat diredam melalui perjanjian gencatan senjata pada 8 April. Namun, sejak saat itu, serangkaian gesekan kembali terjadi. Gesekan ini sebagian besar dipicu oleh ketidaksepakatan mengenai status selat tersebut.
Teheran bersikeras harus memegang kendali penuh atas jalur air tersebut. Selat Hormuz diketahui menjadi saluran bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Iran bahkan telah menyatakan keinginannya untuk mengenakan biaya tol bagi kapal-kapal komersial yang melintas.
Sebelum perang pecah, Iran tidak memiliki kewenangan tersebut. Meskipun Selat Hormuz mencakup wilayah perairan teritorial Oman dan Iran, berdasarkan hukum internasional, kedua negara tersebut pada umumnya tidak diperbolehkan memblokir jalur pelayaran internasional ataupun memungut biaya lintas.