Revitalisasi 76 Sekola...

Revitalisasi 76 Sekolah di Aceh, Pemerintah Beri Harapan Baru Pascabencana

Ukuran Teks:

AngkasaOnline.com, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan total 76 sekolah di Aceh yang telah direvitalisasi pascabencana. Peresmian dilakukan di SD Negeri 12 Bintang Kabupaten Aceh Tengah dan SMA Negeri 1 Baktiya Kabupaten Aceh Utara pada 28-29 Januari 2026. Langkah ini merupakan upaya pemerintah memulihkan layanan pendidikan serta memastikan sekolah menjadi ruang belajar aman dan layak.

Abdul Mu’ti meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SD Negeri 12 Bintang, Aceh Tengah, pada Kamis (29/1/2026). Sekolah-sekolah ini tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, bertujuan memulihkan infrastruktur pendidikan pascabanjir bandang dan longsor di dataran tinggi Gayo.

Sebelumnya, pada Rabu (28/1/2026), Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Baktiya, Aceh Utara. Program rehabilitasi ini dilaksanakan sesuai standar keselamatan bangunan dan kebutuhan pembelajaran.

Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan. "Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman," kata Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Dalam kunjungan kerjanya, Abdul Mu’ti meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak bencana. Termasuk satuan pendidikan yang masih melaksanakan pembelajaran di ruang darurat. Pemerintah akan merelokasi sekolah di zona rawan bencana dan mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Terkait kondisi SMP Negeri 22 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang rusak berat dan kerap longsor, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa bangunannya sudah tidak memungkinkan untuk digunakan. Pemerintah Pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah ke lokasi baru. "Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026," ujarnya.

Sementara itu, untuk SD Negeri 12 Bintang yang terkena longsor di bagian belakang bangunan, pihaknya akan memberikan bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru.

Pemerintah berharap upaya revitalisasi ini dapat memperkuat pemerataan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas. "Sekaligus memastikan pemulihan pendidikan pascabencana berjalan berkelanjutan khususnya di daerah terdampak," tambahnya.

Diketahui, dari hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah rampung 100 persen. Seluruhnya siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sejalan dengan penguatan infrastruktur fisik, Abdul Mu’ti juga mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah-sekolah yang telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan dukungan konektivitas internet. Ini termasuk layanan internet berbasis satelit untuk mengatasi kendala geografis di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Abdul Mu’ti juga menyebut akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung, termasuk pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru. Hal itu bertujuan menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.

Dampak revitalisasi ini sangat dirasakan oleh satuan pendidikan. Yusbida dari SLB Negeri Silih Nara Angkup, Takengon, mengungkapkan sebelumnya sekolahnya menghadapi kekurangan ruang kelas serta fasilitas pendukung. "Saya berharap, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak," kata Yusbida.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Timang Gajah Bener Meriah, Marhamah, mengungkapkan kondisi rumah ibadah sekolah dan laboratorium IPA yang rusak sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Melalui program revitalisasi, kedua sekolah itu kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional. Hal ini membuat proses pembelajaran lebih optimal dan peserta didik dapat belajar dengan nyaman.

Marhamah menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen. "Manfaatnya dirasakan nyata," pungkasnya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan