Polri Geledah Rumah Me...

Polri Geledah Rumah Mewah Sentul Terkait Korupsi PLN, ASABRI, Krakatau Steel

Ukuran Teks:

AngkasaOnline.com, Bogor – Polri menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (8/7/2026) malam. Penggeledahan ini diduga kuat terkait dengan tiga kasus dugaan korupsi besar, yakni di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.

Pantauan AngkasaOnline.com pada Rabu (8/7/2026) pukul 23.50 WIB menunjukkan proses penggeledahan masih berlangsung. Sejumlah pria berompi Kortas Tipikor terlihat masuk ke dalam rumah. Beberapa petugas lain tampak berbincang di teras lantai dua, sementara yang lain membawa masuk sebuah mesin. "Iya (penggeledahan) masih berlangsung," kata seorang petugas di lokasi.

Di luar rumah, petugas kepolisian bersenjata lengkap berjaga ketat, tidak mengizinkan siapa pun masuk. Penjagaan ketat juga dilakukan di depan gerbang masuk perumahan, di mana setiap tamu yang datang ditanyai kepentingannya.

Diberitakan sebelumnya, dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita ratusan kilogram emas hingga uang asing. Dalam foto yang diterima AngkasaOnline.com pada Rabu (8/7) malam, terlihat penyidik sedang menghitung uang yang ditemukan.

Uang dan emas ini diduga hasil temuan dari brankas tersembunyi di balik dinding. Terlihat ada lima buah koper berisikan tumpukan emas batangan dan uang mata asing, yang juga sedang dihitung totalnya oleh penyidik.

Awalnya, polisi membuka salah satu dinding bermotif kayu warna cokelat. Saat dinding dibuka, ditemukan pintu brankas besar berwarna putih. Dinding cokelat tersebut terlihat seperti tidak memiliki ruang di baliknya, namun saat dibuka, terlihat jelas ada brankas berukuran besar.

Polisi sebelumnya juga menemukan sejumlah dokumen hingga handphone saat melakukan penggeledahan di de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Selain itu, polisi menemukan uang dalam bentuk rupiah hingga USD senilai Rp 60 miliar.

"Untuk penggeledahan di lokasi The Club, jadi untuk penggeledahan di lokasi The Club kita telah melakukan penyitaan beberapa dokumen dan beberapa elektronik termasuk handphone," ujar Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, di lokasi, Rabu (8/7).

Menurut Irjen Totok Suharyanto, uang dalam brankas besar tersebut dalam bentuk pecahan mata uang asing dan rupiah. Total uang yang ditemukan berjumlah Rp 60 miliar.

"Kemudian untuk uang yang kita sita SGD 3.130.000 dalam bentuk 100 SGD. Kemudian USD 889.965. Kemudian uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de’Clan," jelasnya.

Irjen Totok Suharyanto menyebut pengusutan kasus-kasus itu ditangani bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia mengatakan kasus-kasus itu terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara memicu blackout, kasus ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.

"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de’Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi mengatakan penggeledahan ini adalah bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de’Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," pungkasnya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan