Israel Bakal Pakai Bua...

Israel Bakal Pakai Buaya Jadi Sipir Penjara, Cegah Tahanan Kabur

Ukuran Teks:

AngkasaOnline.com – Israel bikin heboh dunia setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengusulkan rencana menjadikan buaya sebagai ‘sipir’ penjara. Ide ini bertujuan mencegah tahanan Palestina kabur, menyusul perubahan klasifikasi buaya oleh Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman pada Rabu (15/7) yang memungkinkan penggunaan reptil tersebut untuk tujuan keamanan.

Ide penggunaan satwa liar sebagai ‘sipir’ penjara ini berasal dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Ben-Gvir sebelumnya pernah viral karena aksi tak manusiawi terhadap aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 pada Mei lalu.

Menurut laporan, Ben-Gvir menyampaikan usulannya setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah klasifikasi buaya. Buaya kini dikategorikan sebagai "satwa liar hasil penangkaran" dari sebelumnya hewan liar. Keputusan Silman ini membuka jalan bagi penggunaan reptil tersebut untuk tujuan keamanan. Termasuk di antaranya adalah mencegah upaya melarikan diri dari penjara. Ben-Gvir, yang dikenal sebagai menteri garis keras dan kontroversial, menyambut baik keputusan tersebut.

Melalui akun Facebooknya, Ben-Gvir mengunggah gambar AI dirinya yang sedang memegang tali di leher buaya. Gambar itu disertai pesan berbunyi, "Anda berniat mencoba melarikan diri? Pikirkan lagi." Dalam keterangan gambar, Ben-Gvir menulis, "Menteri Ben-Gvir dan Silman bekerja sama mengepung penjara dengan buaya-buaya!"

Diketahui, Ben-Gvir sudah mengusulkan langkah ini sejak Desember tahun lalu. Tujuannya agar penjara bagi tahanan Palestina dikelilingi buaya, meniru fasilitas detensi imigrasi ‘Alligator Alcatraz’ di Florida, AS.

Sebelumnya, laporan televisi lokal Israel Channel 13 menyebutkan bahwa Otoritas Alam dan Taman Israel awalnya menentang usulan Ben-Gvir. Penolakan itu terjadi saat Ben-Gvir pertama kali melontarkan gagasannya tahun lalu.

Klasifikasi ulang oleh Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel ini mengalihkan pengawasan buaya dari otoritas terkait kepada "badan keamanan". Dinas Penjara Israel, yang dipimpin oleh Ben-Gvir, termasuk dalam badan keamanan yang dimaksud. Regulasi yang disahkan pada Rabu (15/7) menetapkan buaya-buaya Nil boleh ditangkarkan. Syaratnya, hewan-hewan itu dipelihara oleh badan keamanan di bawah ketentuan Direktur Otoritas Alam dan Taman, guna mencegah lepasnya ke alam liar. Kepemilikan hewan tersebut juga harus berdasarkan keputusan Menteri Perlindungan Lingkungan untuk tujuan keamanan.

Media-media Israel melaporkan bahwa Ben-Gvir berniat menempatkan buaya di sekitar Penjara Ketziot. Penjara tersebut terletak di Israel bagian selatan. Ketziot diketahui menjadi tempat penahanan banyak militan Hamas yang ditangkap pasca-serangan 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Jalur Gaza.

Channel 13 menambahkan, usulan Ben-Gvir sebelumnya sempat "ditanggapi dengan cemoohan oleh sejumlah pejabat" di Dinas Penjara Israel. Hal itu terjadi sebelum usulan tersebut disetujui.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan