Buaya ‘Lisa̵...

Buaya ‘Lisa’ Dekat SMAN 5 Depok Bikin Waswas, Damkar Sulit Evakuasi

Ukuran Teks:

AngkasaOnline.com, seekor buaya yang diberi nama ‘Lisa’ di Kali Caringin, Sawangan, Kota Depok, membuat waswas warga SMAN 5 Depok. Buaya yang kerap berjemur di belakang sekolah ini telah membesar lima kali lipat dalam lima bulan terakhir, memicu kekhawatiran pihak sekolah hingga meminta evakuasi. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mengaku kesulitan mengevakuasi karena kendala lokasi dan alat pendukung.

Buaya ‘Lisa’ dikenal di Sawangan, Depok, sering diunggah di media sosial karena kebiasaannya berjemur santai di batang pohon. Meski banyak warganet gemas, statusnya sebagai hewan liar karnivora menimbulkan kewaspadaan.

Kekhawatiran meningkat karena buaya ini berjemur di Kali Caringin, tepat di belakang SMAN 5 Depok, Jalan Bukit Rivaria, Bedahan, Sawangan. Guru dan murid SMAN 5 Depok sudah mengetahui keberadaan ‘Lisa’ sejak ukurannya masih kecil.

Menurut Humas SMAN 5 Depok, Yasin, buaya tersebut sudah sekitar lima bulan berada di tepi kali belakang sekolah. Asal-usul ‘Lisa’ belum diketahui pasti, apakah terbawa arus atau lahir di sana.
"Kita tidak tahu sumbernya dari mana. Apakah mungkin terbawa arus atau mungkin memang ada induknya yang memang melahirkan si buaya ini. Tapi memang sesungguhnya sudah beberapa bulan ke belakang ini, buaya ini memang hidup, sehat di kawasan sungai atau kali di SMA 5 ini," ujar Yasin pada Kamis (22/1/2026).

Kisah Buaya 'Lisa' di Depok Bikin Waswas karena Dekat Sekolah

Dalam lima bulan, buaya ‘Lisa’ telah berkembang pesat. Yasin menyebut panjangnya kini mencapai 1 hingga 1,5 meter, dari yang semula hanya 25-30 cm saat pertama kali muncul.
Buaya ‘Lisa’ dikenal tidak agresif dan sering terlihat bersantai berjemur di atas batang pohon. Kemunculannya umumnya di siang hari, sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, sebelum kemudian menghilang.

Nama ‘Lisa’ sendiri merupakan panggilan kesayangan dari warga SMAN 5 Depok, tanpa ada singkatan atau alasan spesifik. "Hanya sebatas panggilan-panggilan kayak semacam hewan, kesayangan atau hewan peliharaan. Itu sih bukan ada tujuan apa-apa, cuma sebatas tiba-tiba jadi panggilan yang apa ya, karena setiap hari melihat jadi bagian dari keluarga besar SMA 5," kata Yasin.
Lokasi favorit ‘Lisa’ berjemur berada di tepi Kali Caringin, di seberang SMAN 5 Depok. Biasanya, ia terlihat di gundukan tanah berlumpur pinggir sungai atau di setengah batang pohon yang terendam air.

Pihak sekolah berharap buaya ‘Lisa’ segera dievakuasi. Mereka khawatir buaya itu bisa menyerang siswa, terutama saat ada aktivitas di luar kelas atau di sekitar gerbang sekolah yang dekat dengan kali.
"Tolong ditindaklanjuti. Khawatir, kan. Memang kadang beberapa ada aktivitas kita di luar sekolah, gerbang, gitu, sedang melakukan senam, jalan pagi, atau melakukan kebersihan. Khawatir (buaya) ada di pinggiran-pinggiran kali, anak-anak tidak mengetahui," ungkap Yasin. Ia menambahkan, "Kalau sampai memang itu terjadi, makanya kekhawatiran kami ya harus segera pihak terkait yang melakukan tindakan pada buaya ini."

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok telah menindaklanjuti laporan ini. Kabid Pengendalian Operasional DPKP Kota Depok, Tessy Haryati, menyatakan tim Damkar UPT Bojongsari sudah mengecek lokasi.
Namun, evakuasi terkendala letak lokasi dan ketersediaan alat pendukung. Kepala UPT Damkar Bojongsari, Munadi, menambahkan bahwa saat timnya datang, buaya ‘Lisa’ tidak terlihat. Pihak Damkar kini berkoordinasi dengan dinas terkait di Bogor untuk penanganan lebih lanjut.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan