AngkasaOnline.com, Jakarta – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat konflik setelah gencatan senjata beberapa pekan. Situasi memanas ini diprediksi Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, akan meluas dan melibatkan sekutu AS, dengan kemungkinan perang baru berakhir pada 4 Juli 2026.
Rezasyah, saat dihubungi pada Jumat (29/5/2026), menyatakan bahwa AS akan terus menyerang Iran tanpa batas waktu berhenti. Menurutnya, Iran akan membalas serangan tersebut menggunakan perangkat Plasma dengan daya rusak dan daya hancur yang luar biasa.
Ia juga memperkirakan perang ini berpotensi meluas. Sekutu AS di Indo-Pasifik disebut akan memberikan dukungan diam-diam dan terlibat dalam konflik.
Situasi tersebut, kata Rezasyah, tidak akan mampu diatasi oleh PBB karena lembaga itu akan tetap bersifat normatif. Oleh karena itu, perang konvensional diperkirakan akan berlangsung lebih lama.
Rezasyah memprediksi AS akan mengakhiri perang dengan menyatakan diri sebagai pemenang menjelang 4 Juli 2026. Tanggal tersebut menandai 250 tahun pendirian Amerika Serikat.
Diketahui, ketegangan terbaru ini dipicu oleh serangan militer AS di Iran pada Kamis pagi. Serangan tersebut menargetkan lokasi di sekitar Selat Hormuz.
Berdasarkan keterangan seorang pejabat AS, lokasi itu dinilai menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas komersial.
Sementara itu, militer Iran merespons serangan tersebut dengan melepaskan tembakan peringatan. Tembakan itu ditujukan kepada kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz.
Dilansir dari CNN Internasional pada Kamis (28/5), beberapa media afiliasi pemerintah Iran melaporkan empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa koordinasi. Kapal-kapal tersebut telah diperingatkan.
Setelah mengabaikan peringatan, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka. Hal ini memaksa kapal-kapal tersebut untuk berbalik arah.