AngkasaOnline.com, Jakarta – Indonesia resmi ditunjuk sebagai wakil komandan International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada Jumat (20/2/2026) menyatakan penunjukan ini merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap reputasi militer Indonesia dan harapan besar akan kontribusi RI dalam menciptakan perdamaian.
Menurut Sugiono, penugasan ini adalah suatu penghormatan dan penghargaan. Hal ini didasarkan pada rekam jejak Indonesia serta reputasi prajurit di berbagai medan penjagaan perdamaian.
Dia menjelaskan, Indonesia dapat menjabat posisi tersebut setelah menerima undangan langsung dari Amerika Serikat (AS) selaku force commander. Posisi wakil komandan umumnya diberikan kepada negara dengan kontribusi pasukan terbesar dalam operasi militer gabungan.
Indonesia sendiri berencana menurunkan hingga 8.000 personel TNI dalam operasi ISF di Gaza. Jumlah ini merupakan yang terbanyak dari total sekitar 20.000 pasukan gabungan yang akan ditempatkan.
Dalam operasi ini, force commander dipegang oleh AS. Indonesia ditunjuk sebagai salah satu dari tiga deputy commander, yakni deputy commander bidang operasi. "Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka deputy commander operasi merupakan sesuatu penghormatan," ucap Sugiono.
Lebih lanjut, Sugiono mengatakan penunjukan ini diharapkan dapat mengakomodasi tujuan utama Indonesia mengirimkan pasukan ke Gaza. Tujuan tersebut adalah untuk menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak serta terlibat dalam upaya kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan operasi militer dengan menerjunkan pasukan ke Gaza. "Kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," ujar Sugiono.
Sebelumnya, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers telah menyampaikan tawaran posisi wakil komandan kepada Indonesia. Penawaran ini disampaikan dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, AS, pada Rabu (19/2) waktu setempat, dan Indonesia diketahui menerima tawaran tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi penunjukan tersebut. Prabowo juga berkomitmen menurunkan personel terbaik Indonesia guna mendukung proses perdamaian berkelanjutan di Gaza.