AngkasaOnline.com – Jerman menyatakan kesiapannya menghadapi potensi pengurangan pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayahnya, menyusul ancaman dari Presiden Donald Trump. Jerman menegaskan pentingnya kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan, meskipun Trump mempertimbangkan pemindahan puluhan ribu pasukannya di tengah perselisihan terkait perang di Iran.
Dilansir AFP, Kamis (30/4), Trump sebelumnya mengancam akan memindahkan sebagian puluhan ribu pasukan AS yang ditempatkan di Jerman. Ancaman ini muncul di tengah perselisihan dengan Kanselir Friedrich Merz terkait perang di Iran.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, saat kunjungan ke Maroko, mengatakan bahwa pihaknya siap menghadapi kemungkinan tersebut. "Kami siap untuk itu, kami sedang membahasnya secara saksama dan dalam semangat kepercayaan pada semua badan NATO, dan kami mengharapkan keputusan dari Amerika tentang hal ini," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keputusan apa pun akan "dibahas dengan kami dan dengan pihak lain, sebagaimana mestinya di antara sekutu".
Sebelumnya, Merz menegaskan pendekatan Jerman terhadap konflik di Timur Tengah "tetap berorientasi pada NATO yang bersatu dan kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan". Berlin, menurut Merz, "berada dalam kontak yang erat dan saling percaya dengan mitra kami, termasuk dan terutama di Washington," tanpa secara langsung menyebutkan ancaman Trump.
"Kami melakukan ini untuk kepentingan transatlantik bersama kami. Kami melakukannya dengan saling menghormati dan pembagian beban yang adil," tambahnya. Merz juga menyebut kemitraan transatlantik "sangat dekat di hati kami".
Diketahui, Merz menjadi sasaran kemarahan Trump setelah mengatakan Iran "mempermalukan" Washington di meja perundingan. Trump menanggapi dengan menyebut Merz "berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki Senjata Nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan!"
Ancaman pengurangan pasukan AS di Jerman itu kemudian disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social miliknya.
Wadephul menanggapi bahwa gagasan pengurangan pasukan AS "sejujurnya, bukanlah pesan baru sama sekali," mengingat prospek serupa pernah diangkat oleh presiden AS sebelumnya. Meskipun menyatakan dirinya "santai" mengenai gagasan tersebut, Wadephul menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan besar Amerika di Jerman "sama sekali tidak perlu diperdebatkan".
Sebagai contoh, ia menyebut Pangkalan Udara Ramstein memiliki "fungsi yang tak tergantikan bagi Amerika Serikat dan bagi kita berdua".