AngkasaOnline.com, Serang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sejumlah wilayah di Kabupaten Serang masih dilanda banjir hingga Selasa (27/1/2026) pukul 18.30 WIB. Ketinggian air di Kecamatan Carenang dan Binuang dilaporkan mencapai 1,2 meter, dengan empat lokasi terendam.
Wilayah yang tercatat mengalami banjir paling parah berada di Kampung Selawe, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang. Ketinggian muka air (TMA) di lokasi ini mencapai 100 hingga 120 sentimeter. Sementara itu, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, juga mengalami TMA serupa, yakni 100 hingga 120 sentimeter. Hal ini berdasarkan data yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Serang.
Berdasarkan data tersebut, ketinggian muka air bervariasi di lokasi lain. TMA banjir di Kampung Kajeroan RT 01 RW 04, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, tercatat setinggi 5-10 sentimeter. Sedangkan TMA di Perumahan Grand Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, berada di kisaran 30-60 sentimeter.

BPBD Kabupaten Serang juga menyampaikan terdapat beberapa titik pengungsian bagi warga terdampak. Namun, sebagian warga memilih untuk tidak mengungsi ke posko yang disediakan. "Sebagian warga terdampak banjir melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat dan ke tempat yang lebih aman," kata BPBD.
Berikut ini adalah titik pengungsian dan jumlah warga yang terdampak di Kabupaten Serang. Di Kecamatan Carenang, Perumahan Grand Mekarsari menampung 80 KK atau 250 jiwa. Sementara itu, Kampung Selawe, Desa Mekarsari, menjadi lokasi pengungsian bagi 150 KK atau 215 jiwa.
Di Kecamatan Cikande, Desa Songgom Jaya menampung 5 KK atau 15 jiwa. Desa Parigi memiliki 34 KK atau 198 jiwa, dan Desa Cikande menampung 300 KK atau 1.105 jiwa.
Untuk Kecamatan Binuang, pengungsian berada di Desa Cakung dengan 29 KK atau 147 jiwa. Selain itu, Desa Renged juga menjadi lokasi pengungsian bagi 12 KK atau 36 jiwa.