AngkasaOnline.com, Vatican City – Paus Leo XIV, pemimpin umat Katolik sedunia, telah menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Kabar ini diungkapkan Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, di Roma pada Rabu (21/1) waktu setempat, seperti dilansir AFP Kamis (22/1/2026). Vatikan saat ini tengah meneliti proposal tersebut dan mempertimbangkan langkah selanjutnya.
Menurut Parolin, Vatikan telah menerima undangan tersebut dan Paus sendiri telah menerimanya. Namun, pihaknya masih mempertimbangkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
"Kami juga telah menerima undangan ini dan Paus telah menerimanya, dan kami sedang mempertimbangkan apa yang harus dilakukan," ujar Parolin, yang merupakan orang nomor dua di Vatikan.
Parolin menambahkan bahwa Vatikan sedang meneliti proposal yang diajukan Trump. Proses ini memerlukan waktu untuk dipertimbangkan sebelum memberikan tanggapan resmi.
"Kami sedang meneliti dan saya meyakini bahwa ini adalah pertanyaan yang membutuhkan sedikit waktu untuk dipertimbangkan sebelum memberikan tanggapan," jelasnya.
Diketahui, Trump pertama kali mengusulkan Dewan Perdamaian pada September tahun lalu. Awalnya, dewan ini dimaksudkan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Namun, ia kemudian memperjelas bahwa ruang lingkup dewan akan diperluas. Tujuannya adalah untuk mengakhiri konflik-konflik lain di seluruh dunia.
Trump sendiri rencananya akan menjabat sebagai ketua pertama Dewan Perdamaian.
Berdasarkan draf piagam pembentukan Dewan Perdamaian, dewan ini akan berupaya mempromosikan stabilitas. Selain itu, tujuannya adalah memulihkan pemerintahan yang andal dan sah.
Dewan tersebut juga akan mengamankan perdamaian abadi di area-area yang terdampak atau terancam konflik.
Negara-negara anggota akan dibatasi masa jabatannya selama tiga tahun. Kecuali, mereka membayar US$ 1 miliar (sekitar Rp 16,9 miliar) untuk mendanai kegiatan dan mendapatkan keanggotaan permanen.
Gedung Putih melaporkan bahwa sekitar 50 undangan telah dikirimkan ke berbagai pemimpin dunia. Hingga saat ini, sekitar 35 pemimpin dunia telah berkomitmen untuk bergabung.
Meski demikian, tidak disebutkan secara jelas negara mana saja yang setuju bergabung berdasarkan keterangan Gedung Putih.
Sementara itu, menurut laporan Reuters dan The Hill, sejumlah negara telah setuju bergabung Dewan Perdamaian. Mereka meliputi sekutu-sekutu AS di Timur Tengah seperti Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, dan Mesir.
Anggota NATO seperti Turki dan Hungaria juga menyatakan kesediaan mereka.
Beberapa negara lainnya termasuk Indonesia, Maroko, Pakistan, Kosovo, Uzbekistan, Kazakhstan, Paraguay, Argentina, dan Vietnam, juga telah mengumumkan akan bergabung.
Armenia dan Azerbaijan, yang mencapai kesepakatan damai dimediasi AS pada Agustus tahun lalu, juga disebut setuju bergabung.
Yang sedikit menjadi sorotan adalah Belarusia. Pemimpinnya, Presiden Alexander Lukashenko, yang selama ini dijauhi Barat karena catatan HAM buruk dan dukungan terhadap perang Rusia di Ukraina, telah mengumumkan akan bergabung.
Di sisi lain, beberapa negara seperti Norwegia dan Swedia telah menyatakan penolakan untuk bergabung Dewan Perdamaian. Prancis juga mengindikasikan akan menolak tawaran tersebut.