AngkasaOnline.com, Cilegon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Banten, memastikan kondisi lingkungan sekitar kawasan industri Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, tetap aman usai insiden kepulan uap berwarna oranye pada Sabtu (31/1). Pemkot bersama kepolisian meninjau pabrik tersebut dan menyatakan tidak ada kebocoran pipa maupun tangki penyimpanan bahan kimia.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan pihak perusahaan masih melanjutkan pemantauan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian, meski hasil pengecekan awal menunjukkan tidak ada kerusakan instalasi utama.
"Seperti sama-sama kita ketahui, ada kepulan uap berwarna oranye yang sempat viral di masyarakat. Kami bersama Wakapolres langsung meninjau ke lokasi, berkomunikasi dengan manajemen dan melakukan sidak langsung ke titik kejadian atau TKP," kata Robinsar pada Minggu (2/2/2026), dilansir Antara.
Saat peninjauan dilakukan hingga Sabtu (31/1) pukul 14.00 WIB, kondisi di lokasi sudah terkendali. Dipastikan tidak ada lagi uap yang keluar dari area tersebut.
Menurut Robinsar, hasil klarifikasi teknis menunjukkan tidak adanya kerusakan instalasi utama. "Dipastikan juga itu bukan kebocoran pipa ataupun kebocoran dari tangki yang ada. Alhamdulillah tidak ada kebocoran pipa dan tidak ada kebocoran tangki," tegasnya.
Uap berwarna kuning-oranye itu, lanjut Robinsar, berasal dari reaksi kimia dalam proses penampungan sisa material. "Uap kuning itu pun akibat dari penampungan sisa-sisa material. Ada reaksi di situ. Jadi percampuran mungkin ada base oil dan juga ada bahan asam nitrat yang bercampur, sehingga akhirnya muncul uap kuning tersebut," ujarnya.
Meski dinyatakan aman, Pemkot Cilegon menilai peristiwa ini menjadi evaluasi penting. Terutama bagi pengelolaan kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman warga.
"Ini juga menjadi evaluasi ke depan. Saya minta dari tim PT Vopak untuk memastikan SOP-nya terus ditingkatkan kembali," pinta Robinsar.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon telah memasang alat pemantau kualitas udara. Ada empat titik strategis di sekitar lokasi yang dipasangi alat tersebut.
Terkait dampak kesehatan, seluruh warga yang sempat mengeluhkan gangguan pernapasan telah mendapatkan penanganan awal. "Terhadap masyarakat yang terdampak, sudah kita lakukan pengobatan di puskesmas. Alhamdulillah tidak ada yang dirawat dan tidak ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit," kata Robinsar.
Pemerintah daerah tetap melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang. "Kami tetap ingin memastikan bahwa masyarakat tidak terdampak secara berkelanjutan. Makanya kita ambil sampel darah, kita cek lebih lanjut ke rumah sakit agar bisa memastikan semuanya aman," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menjelaskan secara teknis penyebab peristiwa. Bukan kebocoran instalasi, melainkan proses pembersihan pipa.
"Sebenarnya bukan tangki penyimpanan atau pipa yang bocor, akan tetapi karena adanya proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat yang dialirkan dengan cara didorong menggunakan gas nitrogen untuk membersihkan pipa ke arah scrubber," terangnya.
Cairan tersebut kemudian bercampur dengan base oil di dalam wadah penampungan. "Setelah dibuka tutupnya, baru keluar gas bercampur asap yang berwarna orange," pungkasnya.