AngkasaOnline.com, Manajer Fulham, Marco Silva, meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit dan VAR usai timnya kalah 2-3 dari Manchester United di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. Silva secara khusus memprotes proses terjadinya gol pertama MU yang menurutnya diwarnai keputusan kontroversial.
Fulham harus mengakui keunggulan Manchester United dalam laga penuh drama lima gol tersebut. Sempat tertinggal dua gol, Fulham berhasil menyamakan kedudukan 2-2 di injury time. Namun, gol Benjamin Sesko di waktu yang sempit membuat Fulham gigit jari dan gagal menyelamatkan poin.
Kekalahan itu bukan satu-satunya sumber kekecewaan The Cottagers. Keputusan wasit John Brooks dan VAR pada gol pertama MU menjadi pemicu kemarahan Marco Silva.
Diketahui, MU awalnya dihadiahi penalti oleh wasit John Brooks setelah Jorge Cuenca melakukan tekel terhadap Matheus Cunha. Namun, VAR kemudian mengoreksi keputusan tersebut, menyatakan tekel Cuenca bersih dan terjadi di luar kotak penalti.
Anehnya, VAR lantas memberikan hukuman pelanggaran atas tarikan kaus, bukan tekel. Dari tendangan bebas yang diberikan, Bruno Fernandes mengirim bola yang kemudian ditanduk Casemiro menjadi gol untuk Manchester United. Perubahan pelanggaran dari tekel ke tarikan ini yang membuat Silva meradang.
"Pertandingan dimulai dengan keputusan yang mengerikan dan buruk dari John Brooks, dengan penalti yang diberikannya," kata Silva kepada Sky Sports. Ia menambahkan, "Itu kesalahan besar. Ini adalah pertama kalinya kita melihat di Premier League, bahwa wasit memberikan penalti dari tekel bersih dan kemudian VAR kembali dengan sebuah tendangan bebas."
Silva juga menjelaskan komunikasi yang ia terima di pinggir lapangan. "Komunikasi yang saya dapatkan di pinggir lapangan adalah bahwa penalti itu mulanya diberikan karena tekel, dan mereka kemudian menambahkan pelanggaran lain," cetusnya. "Karena keputusannya sangat buruk, mereka menemukan pelanggaran lain seperti tarikan."