AS Roma Incar Posisi S...

AS Roma Incar Posisi Setinggi-tingginya, Liga Champions Jadi Misi Utama

Ukuran Teks:

AngkasaOnline.com, AS Roma kini berada di jalur yang tepat untuk finis di zona Liga Champions musim ini. Tim ibu kota Italia itu bertekad meraih posisi sebaik-baiknya di klasemen Liga Italia, meskipun pelatih Gian Piero Gasperini enggan mengungkap target spesifik.

Roma memulai era baru di bawah asuhan Gian Piero Gasperini pada musim ini. Meskipun performa tim belum selalu cemerlang, mereka berhasil bersaing di empat besar Liga Italia sejauh ini.

Tim berjuluk Serigala Ibu Kota ini memiliki problem di lini serang, dengan baru mencetak 26 gol. Angka ini merupakan yang terendah di antara enam tim teratas. Namun, mereka sangat solid dalam bertahan, baru kemasukan 12 gol, menjadikannya tim yang paling sulit dibobol di Serie A.

Pertahanan kokoh tersebut menjadi modal utama bagi Giallorossi untuk menempati posisi keempat klasemen Serie A dengan 42 poin. Mereka terpaut tujuh poin dari Inter Milan di puncak, empat poin dari AC Milan di posisi kedua, dan hanya satu poin dari Napoli yang berada di peringkat ketiga.

Masih ada ancaman dari Juventus dan Como, yang masing-masing berjarak tiga dan lima poin di urutan kelima dan keenam. Roma menyadari persaingan akan ketat, namun kini memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Gasperini sendiri tidak mau mengungkapkan target spesifik, tetapi lolos ke Liga Champions jelas menjadi misi terbesar. Ia menegaskan timnya akan mengejar hasil maksimal.

"Kami selalu bermain untuk mencapai hasil maksimal, dan kami tahu bahwa, selain Inter yang memimpin, ada banyak tim yang sangat dekat. Milan, Napoli, Juventus, dan saya juga akan memasukkan Como, yang punya keunggulan cukup besar atas Bologna dan Atalanta," kata Gasperini, dikutip dari Football Italia.

Pelatih itu menambahkan, "Kami telah mendapatkan posisi ini di klasemen. Kami akan melakukan segala upaya untuk mempertahankannya dan, jika memungkinkan, meningkatkannya."

Menurut Gasperini, peningkatan persepsi diri tim juga menjadi faktor penting. "Semuanya berawal dari satu pertimbangan: hari ini kami juga memiliki persepsi yang lebih tinggi tentang diri kami sendiri, dibandingkan beberapa waktu lalu, dan itu adalah aspek penting."

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan