AngkasaOnline.com, Gaza City – Sedikitnya lima orang tewas akibat serangan Israel di Gaza pada Jumat (27/2/2026) dini hari. Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) antara Israel dan Hamas, dengan kedua belah pihak saling tuding melakukan pelanggaran. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan serangan udara di Gaza tengah menewaskan dua orang, sementara serangan drone di selatan Jalur Gaza menewaskan tiga orang lainnya.
Badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai pasukan penyelamat di bawah otoritas Hamas, merinci insiden tersebut. Menurut mereka, serangan udara pada Jumat dini hari menewaskan setidaknya dua orang dan melukai satu lainnya di Gaza tengah. Sementara itu, serangan drone tak lama setelah tengah malam di selatan Jalur Gaza menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya.
Kekerasan terus berlanjut di wilayah Palestina meskipun gencatan senjata telah memasuki fase kedua bulan lalu. Israel dan Hamas diketahui saling tuding melakukan pelanggaran kesepakatan.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober, pasukan Israel seharusnya mundur ke posisi di belakang "Garis Kuning". Namun, mereka tetap menguasai lebih dari separuh wilayah tersebut.
Militer Israel menyatakan pihaknya menyerang anggota Hamas bersenjata di daerah Rafah, Gaza selatan, pada Jumat malam. Serangan itu diklaim sebagai respons atas "pelanggaran perjanjian gencatan senjata".
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel menyebutkan pasukannya "mengidentifikasi beberapa pasukan bersenjata yang muncul dari infrastruktur bawah tanah di Rafah timur." "Tak lama kemudian, pasukan bersama Angkatan Udara Israel menyerang dan melenyapkan beberapa orang untuk menghilangkan ancaman," kata pernyataan militer Israel.
"Sebagai tanggapan atas pelanggaran tersebut, (militer Israel) secara tepat menyerang beberapa kelompok Hamas bersenjata di daerah Rafah pada Jumat malam," imbuh pernyataan tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza, di bawah otoritas Hamas, mencatat setidaknya 618 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dimulai. Di sisi lain, militer Israel mengatakan setidaknya lima tentaranya telah tewas dalam periode yang sama.
Pembatasan media dan akses terbatas di Gaza diketahui menghambat AFP untuk secara independen memverifikasi angka korban atau meliput pertempuran secara bebas.