Simon Tahamata Beri Pe...

Simon Tahamata Beri Pesan Penyemangat untuk Timnas U-17 di Piala Asia 2026

Ukuran Teks:

AngkasaOnline.com, Jakarta – Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, memberikan suntikan motivasi kepada Timnas Indonesia U-17 yang akan berlaga di Piala Asia U-17 2026. Pesan ini disampaikan menyusul hasil kurang memuaskan Garuda Muda dalam laga uji coba dan tantangan berat di fase grup. Tahamata menegaskan pentingnya mentalitas kuat saat menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Jepang, China, dan Qatar.

Timnas U-17 asuhan Nova Arianto diketahui tergabung di Grup B Piala Asia U-17 2026. Grup tersebut berisikan tim-tim kuat yang pernah menjadi juara ajang tersebut, yakni Jepang, China, dan Qatar.

Sebelumnya, Timnas U-17 telah menjalani dua laga uji coba melawan China di Indomilk Arena, Tangerang. Hasilnya, Garuda Muda menelan dua kekalahan dengan skor telak 0-7 dan 2-3.

"Jepang, China, Qatar, mereka semua kuat. Kami masih punya waktu untuk berlatih keras, bermain keras, mentalitas harus lebih baik," kata Simon Tahamata kepada wartawan di GBK Arena, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Menurut Simon, meskipun tiga negara tersebut berbahaya, "bola itu bundar." Dia menekankan bahwa Timnas U-17 harus yakin bisa mengalahkan mereka. "Kita tidak bisa bilang kalau kita kalah dari mereka, tapi kita harus setuju kita bisa menang mereka. Kalau tidak ada (mental), saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding," tambahnya.

Piala Asia U-17 2026 sendiri akan diselenggarakan di Arab Saudi pada 5-22 Mei. Turnamen ini menandai keikutsertaan kedelapan bagi Indonesia, setelah debut pada edisi 1986.

Pada edisi terakhir di tahun 2025, Indonesia berhasil melaju hingga babak perempat final. Hasil tersebut membuat Garuda Muda berhak atas tiket ke Piala Dunia U-17 2025. Jepang, yang akan menjadi lawan Indonesia di fase grup, merupakan juara bertahan Piala Asia U-17 2025.

Simon juga meminta agar publik tidak terlalu kritis terhadap para pemain muda. "Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang. Kalau anak-anak bermain bola itu tidak gampang. Kita harus percaya pada anak-anak itu bermain bola. Percaya mereka. Jangan terlalu kritis, anak-anak ini baru 16 tahun," tuturnya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan