PTPN 7 & PT SIL Vs Walhi dan Masyarakat

Waga bersama Walhi Bengkulu
Waga bersama Walhi Bengkulu

Bengkulu angkasaonline.com – Masyarakat yang didampingi Walhi Bengkulu terus memperjuangkan hak atas tanah yang sampai saat ini diduga dirampas oleh Pihak PTPN7 dan PT. SIL di wilayah kabupaten Seluma hal ini karena masing-masing pihak mempertahankan lahan perkebunan milik mereka hal ini disampaiakan oleh Salah satu masyarakat dan dari Desa Pering Baru Kecamatan Talo Kecil (28/7) yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Kami konflik dengan PTPN 7 Talo-pino Sejak tahun 1986. kami tetap mempertahankan tanah milik kami, karena Cuma itu lahan peninggalan nenek moyang kami” ungkapnya.

Loading...

Ia menambahkan “lahan saya sudah bersertifikat namun pada tahun 2009 tetap digusur oleh Bulldozer PTPN 7, ada sekitar 100 batang sawit saya yang lagi produktif dilahan tersebut di gusur secara paksa oleh perusahan dan ketika kami mempertahankan lahan tersebut malah saya dan 18 orang warga yang lain bersama dua orang aktivis Walhi Bengkulu dijebloskan ke penjara selama 3 bulan 20 hari”.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Bapak Osian Pakpahan warga Desa Pagar Agung Kecamatan Seluma Barat yang menyatakan bahwa dirinya sudah berkebun lebih dulu dari pada PT SIL pada Tahun 2011, yang saat ini mengklaim memiliki lahan seluas 2.812 Ha. “Pihak PT SIL tidak pernah sosialiasasi dan menerangkan tentang batas-batas kebun Perusahaan shingga tidak pernah kami ketahui keberadaannya dan kami merasa terganggu karena lahan kami mereka klaim milik mereka juga”.

Lain hal dengan bapak Robino dari Desa Transmigrasi Rawa indah kecamatan ilir Talo “Lahan desa dan kebun kami di gusur dan di ambil secara paksa tanpa pamit bahkan ada beberapa warga yang ditembak karena berusaha mempertahankan lahan mereka yang berada didalam Desa rawa indah”. Demikian (romi)

Loading...
Loading...