Paripurna Laporan Pertanggungjawaban APBD 2014

GUbernur Bengkulu
Gubernur saat menyampaiakan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2014

PROVINSI Angkasaonline.com – Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah hadiri Rapat Paripurna yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.(6/4)

Dalam rapat tersebut, Gubernur menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2014. Ia mengatakan, pada 2014 pendapatan Provinsi Bengkulu mencapai 1,986 triliun. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan pemerintah daerah yakni 1,894 triliun atau terealisasi sebesar 104,88%. Peningkatan pendapatan tersebut merupakan kontribusi dari peningkatan pendapatan asli daerah yang mencapai 672,51 Miliar atau melebihi target yakni 608,98 Miliar. Selain itu, dana perimbangan mencapai 1,104 Triliun yang melebihi target yakni 1.076 Triliun atau terealisasi 102,64 persen serta dari pendapatan hibah mencapai 2,38 Miliar.

Loading...

” Kita patut bersyukur atas prestasi yang dicapai seperti pendapatan daerah tahun 2014 mencapai 17% dari tahun 2013. Meski begitu, masih ada kelemahan-kelemahan yang harus kita benahi,” kata Gubernur

Peningkatan realisasi PAD dipengaruhi pencapaian pajak Daerah yang terealisasi 105,44%, retribusi daerah terealisasi 108,40%, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 102,57%. sedangkan realisasi belanja pada 2014 mencapai 1,934 Triliun atau 92,48%.

“Alokasi belanja terbesar adalah belanja langsung sebesar Rp197,6 miliar,” jelasnya.

Ada sembilan program yang dilaksanakan Pemprov Bengkulu pada 2014 yakni reformasi birokrasi, perekonomian rakyat dan investasi, sumber daya manusia, kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan, revitalisasi pertanian, ketahanan pangan, infrastruktur dasar, sumber daya alam, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, pariwisata, kebudayaan dan inovasi teknologi, dan pemerintahan, hukum dan ketertiban umum.

 

Berdasarkan laporan itu, Ketua Fraksi Gerindra, Jonaidi mengatakan, ”Masih banyak program yang tidak disinggung dalam laporan itu antara lain kinerja sejumlah badan usaha milik daerah seperti PT Bengkulu Mandiri, kondisi jalan rusak, proyek pembangunan yang putus kontrak serta masalah harga komoditas unggulan seperti karet yang terus anjlok.”(sm)

Loading...
Loading...