Miras Tak Terucap Diantara Pejabat – Resonansi: Benny Hakim Benardie

Ilistrasi/ Google/AngkasaOnline.Com
Ilistrasi/ Google/AngkasaOnline.Com

Bagi banyak orang di Provinsi  Bengkulu, mengkonsumsi minuman keras  (Miras)  adalah rahasia umum. Beberapa warga  yang disanjung tampak berhenti rasa malunya  dan Miras  dianggap  sajian rutin yang bergensi.

Puan Semenggah  mendongengkan sebuah cerita pendek pada  anak bujangnya yang masih Balita tentang  Si Miskin Dundai. Satu cerita lama yang tak lekang dimakan zaman. Saat mata  bujangnya mulai sayup terkantuk,  satu  kecupan sayang mendarat  di dahi.

Loading...

Puan Semenggah tampak kelelahan setelah menjalani hari yang panjang, dan pergi ke samping putrinya. Satu kecupan dan lemparan senyuman juga diberikan.

Sejenak menyender ditepian  katil.  Dia teringat saat suaminya  berteriak saat  mabuk dan marah, ketika  pulang  malam kembali dari hura-hura. Tempat tidur perkawinan mereka lama tak tersentuh henyakan, saat suaminya berposisi tiarap.

Nyaris sama seperti malam sebelumnya, ketika suami pulang  masuk kamar,  dia marah. Dia membalikan tempat tidur kedua anaknya yang terlelap, dan  melemparkan istrinya kelantai.  Suami   menghayunkan dengan  keras  raket perangkap nyamuk  dan mendarat di pelipis mata Sang Isteri Semenggah.  “Pak pik puk….”

Insiden seperti ini menjadi ciri reguler tahun berikutnya bagi bujang dan gadis  keluarga itu. Satu ketika, isteri semenggah  menemukan  Bujangnya  yang kini telah remaja sedang menenggak Tuak di kamarnya,  setelah bertengkar dengan ayahnya yang juga lagi beraroma  Miras. Pikirannya berkecamuk, kuatir anaknya mengikuti jejak ayahnya.

Latah ataukah tradisi nyatanya tidak sedikit  yang ada di Provinsi Bengkulu. Artinya ini merupakan proporsi signifikan dari penduduk yang tidak makmur dan sejahterah. Ayah punya komunitas Miras, anaknyapun demiikian, meskipun ceritera seperti tidak unik.

Siapa dan kapanpun, kebiasaan bermirasria tentunya mempunyai pengalaman yang sama. Hanya saja, ini masalah yang jarang dan enggan dibicarakan secara terbuka di masyarakat.

“Seseorang  peminum Miras  dapat membaca pusi, tapi dia tak mampu melihat seni”.

Loading...
Loading...