Mengkonsumsi Buah Kolang Kaling Mencegah Pengeroposan Tulang

Sumber Gambar : Google

Buah kolang-kaling adalah jenis makanan  yang berasal dari biji tanaman aren atau yang memiliki nama latin Arenga Pinnata. Buah ini mudah ditemui di pasar-pasar tradisional Indonesia, biasanya buah ini digunakan untuk membuat minuman segar seperti kolak dan cendol.

Daging buah berwarna putih transparan, berbentuk lonjong, dan bertekstur kenyal. Jika diolah menjadi minuman, kolang-kaling memiliki rasa yang menyegarkan. Sebelum menjadi makanan yang nikmat untuk disantap, kolang-kaling harus melalui serangkaian proses panjang sampai menjadi buah yang biasa kita lihat di pasar.Penurunan hormon estrogen secara drastis setelah wanita mengalami menopause membuat mereka lebih rentan untuk kehilangan kepadatan dan jaringan tulangnya. Akibatnya, tulang mereka menjadi lebih tipis dan rentan mengalami osteoporosis.

Loading...

Bukan hanya segar untuk disantap,  ternyata kandungan kalsium dan fosfor dalam kolang-kaling juga dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang pada wanita setelah menopause. Ya, dalam 100 gram kolang-kaling diketahui mengandung sekitar 91 kalsium dan 243 fosfor. Kandungan kalsium dan fosfor  ini membuat kolang kaling baik untuk kesehatan dan kekuatan tulang.

Dikutip dari halosehat.com, didukung oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal IIOAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita setelah menopause yang makan kolang-kaling dan melakukan senam tai chi secara rutin mengalami peningkatan kepadatan tulang dibandingkan dengan mereka yang melakukan senam tai chi saja.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak untuk memastikan manfaat kolang kaling yang satu ini. (rm)

 

Loading...
Loading...