Lokasi Pasar Mingguan Tais Dari Tanah Waqaf Untuk Pasar

MerekaBerjualan  Hanya Untuk Bertahan Hidup

Foto Berita Pasar Mingguan Tais Seluma/ Angkasa Online.Com
Foto Berita Pasar Mingguan Tais Seluma/ Angkasa Online.Com

Seluma Angkasa Online.Com –  Terkait kebijakan  pemerintah kabupaten Seluma  melaui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koprasi (Disperindagkop)  menutup  pasar mingguan di Tais kabupaten Seluma yang ditolak keras oleh sejumlah pedagang. Karena lahan tersebut dahulunya adalah tanah milik masyarakat kabupaten Seluma yang diWaqafkan (disedekahkan.Red) untuk pembangunan pasar, hal ini disampaikan oleh Advokad pedagang pasar tersebut, Jecky Haryanto, SH (19/1).

Loading...

Direktur Eksekutif Lebaga Bantuan Hukum dan Advokasi Prisai Keadilan Bengkulu (LBH-APKB) Jecky Haryanto kepada Agkasa Online.Com mengatakan bahwa berdasarkan keterangan dari masyarakat kepada pihaknya (Tim Advokasi.Red) bahwa lahan yang digunakan sebagai lokasi pasar mingguan tais tersebut adalah tanah milik masyarakat yang sengaja diwaqafkan untuk pebangunan pasar.

“ Tana itu dulunya adalah milik masyarakat dan bukan milik pemerintah kabupaten Seluma, dan tanah tersebut diWaqafkan untuk pembangunan pasar, “ Tegas Jecky.

Ia juga menuturkan bahwa “sebelum pemekaran kabupaten Seluma, pasar tersebut sudah ada.”

Menurutnya pedagang di pasar  mingguan Tais tersebut mau berjualan di pasar harian Sembayat, namun para pedagang juga diizinkan untuk berjualan di pasar Mingguan yang hanya buka pada hari minggu itu.

“ Mereka yang berjualan di sana (pasar mingguan Tais. Red), bukanlah untuk mencari kekayaan namun hanya untuk berjuang untuk meneruskan hidup atau hanya mencari makan,  seharusnya pemerintah mengindahkan amanah Undang-Undang Dasar Republik Indonesi (UUD RI) Pasal 28 Ayat 1 tentang Hak Asasi Manusia,”  Unkapnya.

Untuk diketahui UUD RI pasal  28 Ayat 1 Tetang Hak Asasi Manusia (HAM) berbunyi  “Semua orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”Demikian .rm

Loading...
Loading...