LADA PERDU; Tanaman Penghasil Rupiah Tinggi Ramah Lingkungan

Foto tanaman Ladah Perdu Umur 2 Tahun, lada Ini Sudah Menghasilkan 900 gram perbatang Setiap Bulannya

Solusi Bengkulu angkasaonline.com – Tanaman lada, komoditi ini cukup melegenda dalam perdagangan komoditi internasional dari sejak dulu. Namun demikian, dengan semakin terbatasnya lahan sekarang telah dikembangkan teknik budidayanya yang lebih maju. Lada perdu adalah inovasi yang mampu menjawab banyak tantangan saat ini, diantaranya tanaman ini hemat lahan dan bernilai ekonomis tinggi.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Dr. M. Syakir menjelaskan soal lada perdu ini. Menurutnya lada perdu diperoleh dari perbanyakan vegetatif bahan tanaman lada yang berasal dari sulur/cabang buah. Keunggulan komparatif lada perdu terhadap lada tiang panjat antara lain lebih efisien dalam penggunaan bahan tanaman untuk perbanyakan, tidak memerlukan tiang panjat, populasi tanaman per satuan luas lebih banyak, sehingga penggunaan lahan lebih efisien.

Loading...

Lada Perdu Gampang Perawatan

Lada ini gampang dipelihara dan panen lebih mudah, dapat berproduksi lebih awal, dan sangat berpotensi dikembangkan dalam bentuk polatanam. Hasil analisis keuntungan sosial bersih dan biaya sumber daya dalam negeri pada beberapa komoditas perkebunan (lada perdu, lada tiang panjat mati, kelapa sawit, kakao, kopi, dan karet) menunjukkan bahwa lada perdu menghasilkan manfaat ekonomi dan keunggulan komparatif paling tinggi. Baca Tanaman Hias Penghasil Rupiah di Bengkulu

Foto Lada Perdu Dengan Media tanam Pot Bunga, ini dapat di lihat Di Kota Bengkulu, Hubungi saja Romi di nomor 085267195774

Syakir menjelaskan pengembangan lada perdu secara monokultur layak diusahakan dengan nilai NPV Rp. 5.252.917/ha, B/C 2,04, dan IRR 110%. Namun demikian, berdasarkan karakter morfologi, fisiologi, lingkungan tumbuh, dan potensi ekonominya lada perdu lebih prospektif dikembangkan dalam bentuk polatanam, seperti di bawah tegakan tanaman tahunan yang dapat meloloskan radiasi surya 50 75% atau dikombinasikan dengan tanaman pangan semusim. (rm)

Loading...
Loading...