Kemerdekaan Pers Diintimidasi, Wartawan Bengkulu Tuntut Keadilan

Aksi Jurnalis Bengkulu (18/08/2016) Masromi/Angkasa Online.Com
Aksi Jurnalis Bengkulu (18/08/2016) Masromi/Angkasa Online.Com

Bengkulu Angkasa Online.Com –  Hakikat  dari Kemerdekaan dan Demokrasi serta Reformasi   belum didapatkan oleh semua warga negara Republik Indonesia, terutama kemerdekaan Pers untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi. Yang mana kemerdekaan per tersebut adalah sala satu kado terindah saat lahirnya reformasi pada tahun 1998 dengan disyahkannya Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers.

Kekerasan terhadap wartawan. Dua wartawan di Medan, Array Argus (Tribun Medan) dan Andri Safrin (MNCTV) yang dianiaya  dengan brutal oleh sejumlah oknum TNI  Angkatan Udara (AU), Di Bengkulu sendiri aparat negara (Oknum TNI) berpangkat Mayor yang bertugas di Korem 041 Garuda Emas Bengkulu terhadap seorang jurnalis perempuan yang merupakan wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) diancam akan dihabisi nyawanya berikut keluarganya pada tanggal (4/8/2016) lalu, kemudian pengancaman yang dilakukan oleh anggota DPRD  Rejang Lebong terhadap sala satu wartawan lokal di Rejang Lebong beberapa waktu lalu dan masih banyak lagi kejadian lainnya yang merobek  Kemerdekaan  pers yang sudah sudah dilindungi oleh konstitusi republik Indonesia.

Loading...

Wartawan Bengkulu Tuntut keadilan

Menyikapi permasalahan diatas, puluhan Jurnalis di wilah Bengkulu yang tergabung antara Jurnalis cetak dan  elektronik menggelar aksi di depan ‘Tugu Pers’ yang berada di tapak Baderi kota Bengkulu (18/8/2016), mereka menuntut kepada semua pihak,  agar memberi kemerdekaan pers yang sesungguhnya.

“Kemerdekaan Pers sudah diamanahkan dalam Undang-undang Republiki Indonesia nomor 40 tahu 1999, jadi kegiatan kejurnalisan itu bukan hanya  dilindungi undang-undang saja namun sudah dilindungi oleh konstitusi Republik Ini,’ Tegas sala satu orator dalam aksi tuntut kemerdekaan pers.

Mereka mengecam dan meminta pihak penegak hukum, baik humum sipil maupun militer untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada oknum TNI AU di medan Sumatra Utara, Anggota TNI yang bertugas di Korem 041 Gamas Bengkulu, dan wakil rakyat di Rejang Lebong serta oknum lainnya yang sudah merampas kemerdekaan pers.

Tugas Pers  merupakan tugas yang sangat muliah, karena mereka mencari, mengumpulkan serta mempublikasikan informasi kepada seluruh masyarakat.

“Tugas pers adalah sebagai pemberi isyarat, pemberi tanda-tanda dini, pembentuk opini dan pengaruh agenda kedepan  dan kami juga sudah diberikan pendidikan tentang kode etik jurnaslis  (batasan-batasan), maka dari itu jangan pernah sekali lagi kemerdekaan ini kalian robek begitu saja, wahai para penjaja kemerdekaan Pers,” Teriak Mereka. (rm)

Loading...
Loading...