Jembatan Gaib Menuju Taman Wisata Negeri kelahiranku

Oleh : M Asromi

dsc_0007Angkasa Online.Com – Taman Wisata di negeri kelahiranku bukanlah hanya cerita dongeng, namun ini memang ada di negeri kelahiranku, yaitu sebuah kabupaten Bengkulu Tengah yang merupakan salah satu kabupaten di provinsi bengkulu dan juga merupakan bagian dari negara kesatuan  Republik Indonesia.

Loading...

Tidak akan pernah ditemui ‘Taman’ semahal dan seindah  ini di negeri lain kawan.

Jangan pernah terfikir di benak kawan-kawan yang mencoba untuk membayangkan bangunan yang penulis deskripsi dan eksposisikan dalam tulisan ini,  bahwa bangunan itu hanya swadaya masyarakat yang peduli dengan alam saja, namun tidak sedikit uang yang habis atau dihabiskan ke sana kawan.

Setelah digali informasi dan data yang real (nyat.Red), Milyaran Rupiah uang rakyat pun sudah dikucurkan kesana, namun sayngnya menurut teman-teman dan saya juga setujuu bahwa saat ini bangunan itu hanya terlihat sekumpulan gulma (rumput.Red) dan tumbuhan liar yang mengusai bangunan itu.

dsc_0006Bahkan yang memiluhkan hati, saat melihat pemeliharaan rutin  bangunan usang itu atau yang mereka sebut dengan Taman Wisata,  dibersihkan dengan kobaran api Meskipun Uang rakyat ratusan juta kembali terkuras.

Untuk menuju ketaman wisata itu, kita harus menggunakan jembatan ‘Gaiib’ (tidak terlihat.Red), kerena jika dilihat dengan kasat mata, jangankan  jembatan, bahkan satu batang kayupun tak ada yang bisa kita gunakan sebagai landasan kaki menuju kesana.

Pilihan lucu dan mengocok perutpun terbesit saat kami berdiskusi santai namun penuh arti dengan teman-teman yang ada di negeri kelahirnaku terhadap keadaan di negeri kami kawan. Pilihan itu adalah dengan melai jurang yang membatasi antara jalan dan taman itu.

Jika tidak mau melewati lembah atau jurang itu, kawanpun bisa menungu hari hujan, karena dengan hari hujan lembah itu akan banjir, jadi kawan-kawan bisa menggunakan perahu atau rakit untuk menyebrang kesana.

Entah dihabiskan kemana Uang Rakyat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu sehingga berjumlah Milyaran rupiah itu, jika ahanya ada bangunan pondasi yang leter ‘U’ tersebut.

Bangunan Segi Empat kurang Satu sisi ini terdapat di desa Rena Semanek, kecamtan karang Tinggi , kabupaten Bengkulu Tengah. Hanya sejumlah tiang berdiri tegak diatas bangunan itu.

Lampu-lampu yang tidak pernah menyala, bahkan tidak dialiri listrik ada juga ditempat itu….

Bisa kalian banyangkan betapa menariknya Taman wisata di negeriku kawan…

“Taman Wisata dapat dimanfaatkan Duapuluh tahun lagi.” Itulah kata-kata dari pejabat kami meberikan alasan tentang bangunan itu yang ditulis dalam salah satu media cetak di negeri kami.

Meskipun penulis bukanlah orang yang berkompeten untuk mengundang semua  untuk datang ke negeri yang berlambang Gunung Bungkuk ini, namun dengan keperihatinan dan kebingungan kali ini  penulis mencoba untuk mengundang kawan-kawan yang terutama yang berprofesi sebagai Komisi Pemberantasn Kurupsi (KPK), Jaksa, dan Polisi Republik Indonesia, Aktivis Lingkungan Hidup, serta kawan-kawan yang penasaran dengan Taman Wisata ‘Segi Empat Kurang Satu Sisi’ ini dan mencoba nyali kalian menyeberang ke taman itu.    (bersambung)

Loading...
Loading...