HUT Pemadam Kebakaran Ke 96

Masyarakat Diminta Mencegah Bencana Kebakaran

foto kepala PBK kota Bengkulu
foto kepala PBK kota Bengkulu

KOTA BENGKULU angkasaonline.com– Para personil satuan tugas(Satgas) pemadam kebakaran Kota Bengkulu, pada 1 April 2015 menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran ke-96 bertempat di lapangan kantor Walikota Bengkulu.

Loading...

Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi ketika memengelar upacara HUT Pemadam kebakaran, mengharapkan kepada seluruh petugas pemadam kebakaran Kota Bengkulu agar meningkatkan kedisiplinan agar dalam mengemban tangggung jawab besar dari seluruh masyarakat.

“Kunci sukses dalam menjalani hidup adalah kedisplinan, tidak ada orang yang berhasil yang hidupnya tidak disiplin,” ungkap salah satu putra terbaik Kaur yang lahir tahun 1966 di Desa Padang Leban, Padang Guci yang juga mantan Camat Kampung Melayu ini kepada jurnalis angkasaonline.com setelah melaksanakan upacara.

Mitrul menerangkan tentang sekilas sejarah tentang Pelayanan Pemadam Kebakaran dengan sebutan Brandweer dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 1909 atau 106 tahun yang lalu.

Pada tanggal 1 Maret 1919, merupakan hari bersejarah bagi pemadam kebakaran di Indonesia. Masyarakat terkenang akan perjuangan dan pengorbanan petugas pemadam kebakaran dalam penyelamatan korban jiwa dan kerugian harta benda pada beberapa kejadian kebakaran besar di Indonesia khususnya di kota Bengkulu.

“Setiap 1 Maret masyarakat Indonesia memperingati hari pemadam kebakaran di Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan pengorbanan petugas pemadam kebakaran yang selalu siap siaga sepanjang hari, dan sigap merespon waktu tanggap darurat kebakaran, dengan semboyan “Pantang Pulang Sebelum Api Padam Walaupun Nyawa Taruhannya,” kata Mitrul.

Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ke-96, sebagai bentuk apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran sekaligus gerakan seruan kepada seluruh anak bangsa agar bersama-sama mencegah kebakaran pemukiman, kebakaran hutan dan lahan gambut guna menjaga dan mendukung kualitas ekosistem lingkungan hidup serta perwujudan gerakan penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Bencana Kebakaran Tanggungjawab Bersama

“Bencana dan kebakaran bukan hanya menjadi petugas pemadam kebakaran saja, namun juga menjadi tangungjawab daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Dimana pencegahan dan penanggulangan kebakaran merupakan urusan Concurrent bagi pemerintah dan urusan wajib yang bersifat pelayanan dasar bagi pemerintah daerah,” kata Mitrul.

Semua masyarakat harus tanggung jawab bagaimana mencegah kebakaran dengan menyadari pentingnya racun api, jangan hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran saja. Karena masyarakat juga harus selalu siaga dalam mangantisipasi bencana kebakaran.

“Setiap dilakukan pembangunan baik itu rumah maupun perkantoran pemerintah, swasta hingga pusat perbelanjaan wajib menyediakan alat pendeteksi pemadam kebakaran ini.  Hal itu sesuai Undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung baik itu rumah tinggal, perkantoran maupun pusat perbelanjaan wajib memiliki satu alat pemadam kebakaran seperti racun api,” demikian Mitrul. (rm/prw)

Loading...
Loading...