Hujan Turun Petani Karet Lahat Murung

Lahat AngkasaOnline.Com – Turunya hujan terus menerus membuat petani karet di kecamatan dan desa semakin murung, belum persoalan global yang membuat mereka terus merenung soal kebutuhan hingga turunnya harga jual karet ke pengepul dan tokeh karena kualitas karet yang di sebabkan hujan.

” Kotor dan banyak kadar airnyo, kami jualnyo ke tokeh jadi ke pengepul jadi, tapi kualitasnyo jadi persoalan karna air hujan, curah hujan yang terus menerus salah satu penyebab karet di kurangi hargonyo pulo,” keluh Yudi Petani karet asal Desa Sinjar Bulan Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat, Rabu (8/2/2019) tadi pagi.

Loading...

Harga yang turun terkadang sudah mencapai 7000 harus di turunkan menjadi 6700 hingga 6800 karena banyaknya kotoran dari pohon yang dibawah air huja ke dalam penampungan karet saat panen.

” Sebenarnyo inikan persoalan Global jadi nak ngeluh samo siapo, Pemda Lahat jugo nak berbuat apo. kami tokeh sebenarnyo akan di potong jugo saat jual karet yang kadar air dan kotor ke Pabrik di Sumsel.” Kata Ahmad Yaumal salah satu Tokeh Karet di Kawasan Kecamatan Gumay Ulu.

sedangkan Edi petani sekaligus yang aktif di beberapa kegiatan masyarakat desa dan kota, menanggapi dengan rasa kasihan dan penuh harapan.

” berharap supaya pemerintah punya strategi demi kesejahteraan masyarakat,  Harga murah sudah dirasakan jangan di tambahbya rasa kecewa masyarakat atas tidak kepedulian pemerintah dalam persoala,” Pungkasnya.(jo3/mrf)

Loading...
Loading...