AngkasaOnline.com, Manchester City menelan kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt dalam laga lanjutan Liga Champions pada Rabu (21/1) dini hari WIB. Striker andalan mereka, Erling Haaland, disorot karena tampil "apes" dengan tiga peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol.
Manchester City, yang bertamu ke Bodo/Glimt, sejatinya tampil mendominasi penguasaan bola. Namun, berdasarkan laporan, Bodo/Glimt lebih klinis dan cepat dalam serangan balik, bahkan sempat ada satu gol yang dianulir karena offside.
Satu nama yang menjadi sorotan dalam laga tersebut adalah Erling Haaland, striker Man City. Haaland, yang dikenal sebagai mesin gol, nyatanya memiliki tiga peluang emas yang terbuang sia-sia.
Diketahui, di menit ke-35 saat Manchester City tertinggal 0-2, Haaland mensontek bola dari sundulan Rodri. Sontekan di depan gawang tersebut malah melebar.
Sementara itu, di akhir babak pertama, O’Reilly mengirim umpan ke depan kotak penalti yang disambut Haaland. Sepakannya kembali melebar tipis, membuat pelatih Guardiola sampai geleng-geleng kepala.
Peluang ketiga terjadi di menit ke-60, ketika Haaland gagal menyentuh umpan lambung Lewis ke depan gawang karena kakinya kurang panjang.
Menanggapi hasil laga, Erling Haaland melontarkan permintaan maaf. "Kami meminta maaf kepada seluruh penggemar Manchester City, termasuk mereka yang datang ke stadion. Kami memalukan," cetus Haaland dilansir dari beIN Sports.
Meskipun demikian, Haaland sejatinya masih menjadi mesin gol Man City di Liga Champions dengan koleksi enam gol. Laga kontra Bodo/Glimt ini disebut sebagai semacam hari buruk bagi Haaland di kantor.