Gubernur Bengkulu Lantik Badan Pengawas Rumah Sakit

Telihat Plt Gubernur Bengkulu Sedang Melantik Anggota Badan Pengawas Rumah Sakit/23-4-2018/Repo Didian Putra/AngkasaOnlin.Com
Telihat Plt Gubernur Bengkulu Sedang Melantik Anggota Badan Pengawas Rumah Sakit/23-4-2018/Repo Didian Putra/AngkasaOnlin.Com

Bengkulu AngkasaOnline.Com –  Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah melantik anggota Badan Pengawas Rumah Sakit, Dewan Pengawas RSUD M. Yunus, RSUD Provinsi Bengkulu, dan Pengawas Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto, yang dilaksanakan di kantor Gubernur Bengkulu, (23/04).

Sebanyak 13 orang dari  tiga rumah sakit yang dilantik hari ini yaitu dari Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto sebanyak tiga orang, RSUD M.Yunus  lima orang dan RSUD Provinsi Bengkulu dilantik sebanyak 5 orang pengawas.

Loading...

Selain dihadiri oleh Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Marsyah pelantikan ini juga dihadiri oleh Sekjen Badan Pengawas Rumah Sakit Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan se-Provinsi Bengkulu, direktur Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu, Direktur RS. Khusus Jiwa Bengkulu, Ketua Pimpinan Frofesi dan para tamu undangan yang hadir.

Untuk mewujudkan pelayanan rumah sakit yang sesuai dimata masyarakat dan melaksanakan pengawasan serta pembinaan rumah sakit secara eksternal, maka perlu dibentuk Badan Pengawas Rumah Sakit, Dewan Pengawas dan Sekretaris pengawas badan layanan umum khusus jiwa.

Plt. Gubernur menyampaikan bahwa ‘dengan adanya pelantikan pengawas rumah sakit, maka tentu akan memperkuat posisi kelembagaan rumah sakit yang ada di Bengkulu dan pada akhirnya kekuatan itu akan bermuara pada  peningkatan kualitas akhir kelembagaan’.

“fungsi pengawasan adalah suatu sub dari siklus wawasan dan pengawasan itu akan berjalan dengan baik kalau sistem, aturan main atau standar dari yang kita awasi itu tersusun dengan baik dan terstruktur” Ucap Rohidin

“Pelayananan akan berjalan dengan baik apabila fungsi pengawasan juga berjalan dengan baik, fungsi akan berjalan dengan baik dan epektif kalau sistemnya berjalan dengan baik, aturan-aturan akan lengkap menjadi pedoman sebagai pengawas. ketika melakukan uji pengawasan, ini berlaku universal. Yang namanya pengawas itu pasti independensi yang dia pakai, prisip-prinsip kebebasan ketidak tergantungan dan itu yang betul-betul melengkapi jiwa pengawas,” imbuhnya.

“Ketika prisip-prisip ini dipatuhi dan dijalankan, maka saat menjalankan tugas, patuhi, pedomani, dan ikuti hasil pengawasan itu agar dari waktu-kewaktu kualitas rumah sakit mulai dari kelembagaan dan pelayanan akan lebih baik,” tandas Rohidin. (rdp)

Loading...
Loading...