Dugaan Korupsi, PDAM Lahat Bakal di Tangani KPK

Lahat AngkasaOnline.Com  – National Corruption Watch (NCW) Lahat saat ini tengah serius menyoroti dugaan korupsi proyek pipanisasi PDAM Lahat tahun anggaran 2013 sebesar Rp.24 milyar.

Sebagai langkah awal untuk segera memproses laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini NCW Lahat yang dikomandoi Dodo Arman tinggal menunggu klarifikasi tertulis dengan pihak PU Cipta Karya.

Loading...

” Sampai saat ini klarifikasi secara tertulis sudah kita sampaikan ke pihak PU Cipta Karya. Namun terhitung hari ke 12 belum ada balasan dari pihak PU Cipta Karya. Kendati demikian tidak menjadi hambatan bagi kita untuk segera menyusun laporan dugaan korupsi proyek pipanisasi ini ke KPK.” Tegasnya.

Dodo Arman menyayangkan, terhentinya proyek pemasangan pipa itu. Padahal jika semua pipa dapat terpasang maka pelayananan PDAM Lahat akan lebih optimal lagi.

Sebelumnya Herman Oemar yang kini menjabat sebagai Kepala Bappeda Lahat dan pernah menjabat sebagai Kadin PU Cipta Karya pada tahun 2013 lalu, pernah menyampaikan klarifikasinya kepada wartawan, dengan membantah jika proyek itu bukan pada tahun 2013, tapi itu proyek ditahun 2010.

Menyangkut terhambatnya pemasangan sisa-sisa pipa itu, Herman menjelaskan, karena disebabkan pihak PT. KAI belum memberikan izin pemasangan karena harus melewati bawah rel KA.

Kemudian seiring berjalannya waktu, Herman menambahkan, proyek tersebut habis waktu dari proses pelaksanaannya sehingga diputuslah kontraknya. Persoalan lainnya lanjut Herman, selain tidak adanya anggaran, pihaknya juga belum bisa memenuhi persyaratan Amdal dan lain-lainnya yang diminta oleh PT. KAI.

“Namun sebagian pipa sudah terpasang seperti di Jalan Mayor Ruslan, Benteng, Blok C sampai Perumahan Sage. Dan tidak hanya pemasangan pipa, proyek itu juga terdiri dari pembangunan reservoir serta WTP,” pungkasnya. (ver)

Loading...
Loading...