Dialog Kebangsaan KAHMI Bengkulu, Membedah Posisi Akademisi Dalam Pusaran Peradaban Demokrasi Modern

Bengkulu AngkasaOnline.Com – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Bengkulu menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema membedah posisi akademisi dalam pusaran peradaban demokrasi modern.

Bertempat di aula kampus 4 universitas muhammadiyah bengkulu (UMB), dilaksanakan dialog kebangsaan yang mendatangkan pembicara H. Hamdan Zoelva, SH. MH ketua Mahkamah Konstitusi RI 2013-2015 yang juga merupakan presidium majelis nasional KAHMI, (11/01/19).

Loading...

Hamdan Zoelva, SH. MH menyampaikan bahwa ,”demokrasi adlah ungkapan kebebasan dalam berpendapat,”ujarnya.

Dialog kali ini mengangkat tema “Membedah Posisi Akademisi Dalam Pusaran Peradaban Demokrasi Modern” .

Sementara itu dalam kata sambutannya Ketua KAHMI Bengkulu Prihatno mengatakan bahwasanya dialog kebangsaan ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian acara yang majelis wilayah.

“Acara pertama dialog kebangsaan ini. Kemudian nanti malam orasi kebangsaan di gedung daerah dan besok pagi di Wahana Surya untuk family gathering,” ungkapnyanya.

Ditambahkannya alasan mengambil tema dialog kebangsaan ini merupakan salah satu pemanasan jelang Tanwir Muhammadiyah yang akan dilakukan di Bengkulu terkhusus di UMB.

“Bahwa kondisi bangsa saat ini membutuhkan para cendikia menempatkan posisi yang tepat untuk memperbaikinya. Karena dalam sejarah masa lalu bahwa penentu kekuatan itu diawali oleh akademisi atau cendikiawan,” paparnya.

Memasuki tahun politik ini akademisi juga harus menjadi akademisi yang lantang. Kondisi bangsa yang semakin “rusak” salah satunya adalah mafia hukum

“Hal yang merusak kondisi kebangsaan sekarang hukum dipermainkan tetapi kita tidak bisa membuktikannya, ibarat kentut kita tau baunya busuk akan tetapi kita tidak mengetahui warnanya,” tambah Prihatno.

Adapun yang kedua adalah mafia yang merebut sumber kekayaan alam, dalam posisi seperti ini peran akademisi sangat dibutuhkan, untuk mengantisipasi hal terburuk agar tidak terjadi.

“Kita tahu bahwa ada sesuatu di balik mafia hukum. Kita juga tahu ada sesuatu di balik mafia yang merebut sumberdaya alam. Inilah yang saya pikir salah satu hal yang jauh lebih penting dipikirkan dari pada kita gembar-gembor tentang anti hoax,”pungkasnya. (affri)

Loading...
Loading...