Konfirmasi ADD, Kades di Bengkulu Selatan Ancam Wartawan

Gmbar Infohangat.com untuk berita Konfirmasi ADD, Kades di Bengkulu Selatan Ancam Wartawan (2/12/2015)./angkasaonline.com

Bengkulu Selatan angkasaonline.com – Saat jurnalis angkasaonline.com yang bertugas di wilayah kabupaten Bengkulu Selatan akan melaksanakan kegiatan tentang transparansi penggunaan dana desa tahun 2015, tepatnya di desa Lubuk Sirih Ulu, kabupaten Bengkulu Selatan, Kepala Desa (Kades) Lubuk Sirih Ulu tersebut mengancam wartawan jika tidak segera pergi dari Balai Desa.

Desa Lubuk Sirih Ulu merupakan salah satu desa di kabupaten Bengkulu Selatan yang mendapatkan kucuran dana desa (AD) dan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp.264.045.611,000 dan Rp. 56.080.019,000. (perbub bengkulu selatan no 11 tahun 2015).

Loading...

Kejadian tersebut bermula diperkirakan pukul 12:00 Wib (1/12) jurnalis yang akan melakukan liputan tentang penggunaan dana desa tahun 2015, Setelah awak media mengucapkan salam dan bersalaman dengan masyarakat yang berada di balai desa Lubuk Sirih Ulu.

Kades Lubuk Siri Ulu tersebut kemudian mempertanyakan maksud kedatangan wartawan di balai desa tersebut, namun sebelum menjawab jurnalis mengeluarkan peraturan Bupati (Perbub) Bengkulu Selatan No 8 dan 11 tahun 2015, yang Perda tersebut diharapkan akan menjadi acuan pertanyaan yang ingin digali lebih dalam terhadap penggunaan ADD.

Aku endik perlu nginakaw yang kaba ancakkahtu, di kami la adau. kabatu endak silahturrahmi atau ngapau? ” (Saya tidak perlu melihat data yang kamu perlihatkan, data kami sudah ada, kamu itu mau silaturrahmi atau mau apa?) ungkap kades tersebut dengan berbahasa daerah.

Kades tersebut juga sempat menjawab bahwa dirinya tidak memegang (memiliki.RED) saat Jurnalis tetap menanyakan tentang ‘Apakah kades lubuk sirih ulu memegang Perbub Bengkulu Selatan No 8 Tahun 2015 tentang pendelegasian evaluasi rancangan peraturan desa tentang apbdesa kepada camat dalam kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 2015.

kemudian kepala desa lubuk sirih ulu, tidak mau memberikan kesempatan kepada awak media angkasaonline.com untuk mempertanyakan lebih jauh tentang penggunaan dana desa tahun 2015,

Ironinya setelah menjawab ‘tidak memiliki salinan Perbup’ tersebut, Kades Lubuk Sirih Ulu menggebrak meja, berselang kemudian, ia menghubungi seseorang yang disebutnya adalah Kepala Polisi Sektor (kapolsek) Manna.

“Kamu lebih baik pergi, saya tadi sudah menghubungi kapolsek manna, artinya aku tadi pamit. kalau tejadi apa-apa” ancam kades dengan nada tinggi.

Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, setelah mendengar perkataan  tersebut, wartawan angkasaonline.com menuju polsek manna. guna melakukan konfirmasi apakah benar kepala desa lubuk sirih ulu telah menghubungi pihak kepolisian.

Untuk diketahui, Dalam dalam Undag-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 sudah jelas dinyatakan bahwa kemerdekaan pers untuk memperoleh dan mepublikasikan informai sesuai dengan aturan itu dilindungi hukum dan pada pasal 18 ayat 1 UU nomor 40 tahun 1999 tersebut juga di jelaskan bahwa “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau denda Rp.500.000.000.

Senada dengan UU 40/1999, UU 14 tahun 2008 memiliki persinggungan yang sangat signifikan karena dua-duanya memiliki fokus perhatian yang lebih-kurang sama, yakni informasi.  Bedanya, UU Pers memberikan kebebasan kepada wartawan mencari informasi dalam rangka tugas profesionalnya, sedangkan UU KIP lebih berperan dalam hal menjamin hak asasi warga negara atas informasi publik. (dn/rm)

Loading...
Loading...