BLH Gelar Rakernis Pengendalian Konsumsi Bahan Perusak Ozon

Terlihat penabuhan DOL Oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Emma Rachmawati
Terlihat penabuhan DOL Oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Emma Rachmawati

Berita Bengkulu angkasaonline.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Bekerja sama dengan Badan lingkungan Hidup (BLH) Propisi Bengkulu, menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pengendalian konsumsi bahan perusak lapisan Ozon pada sektor perikanan di propinsi Bengkulu, senin (28/9).

Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Emma Rachmawati pada Acara pembukaan Rakerni oleh Gubernur Bengkulu, H Junaidi hamsyah di Hotel Santika, Begkulu itu mengatakan, lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi ultra violet (UV) yang dipancarkan matahari sebelum mencapai Bumi. Radiasi UV secara lansung akan menyebakan penurunan daya tahan tubuh yang menyebabkan penyakit kangker kulit pada manusia dan pada sektor perikanan akan mebunuh Plangton yang Berperan penting pada ekosistem didalam laut dan sungai. Penggunaan Freon atau hydrochlorofluorocarbon (HCFC) secara berlebihan akan merusak lapisan ozon. HCFC adalah senyawa organik yang mengandung karbon , klorin , dan fluor , diproduksi sebagai turunan dari metana dan etana.

Loading...

“HCFC adalah suatu zat yang biasa dipakai pada mesin pendingin untuk mengawetkan hasil tangkapan para nelayan, HCFC ini juga digunakan pada pendingin ruangan (AC ) dan Kulkas. Namun diketahui, HCFC adalah senyawa utama yang berkontribusi merusak ozon sampai saat ini,” ungkap Emma.

Emma mengharapkan dengan diadakan Rakernis ini maka akan dapat mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi terkait penggunaan HCFC pada sektor perikanan. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia yakni melarang penggunaan zat HCFC dalam produksi barang elektronik seperti AC dan Kulkas.

“Harapan kami dengan kerjasama yang baik dari semua pihak baik kementerian dan pemerintah provinsi dapat mencapai target untuk menekan penggunaan HCFC tersebut. Sosialisasi merupakan salah satu cara dalam upaya program penghapusan penggunaan HCFC termasuk di Provinsi Bengkulu,” Kata Emma.

Sementara gubernur Bengkulu Junaidi hamsayah menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang pertama kali dilakukan di Bengkulu ini. Dirinya mengharapkan dengan diadakannya kegiatan ini maka akan menjawab permasalahan yang sedang dihadapi.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini, untuk menemukan solusi yang baik untukmenekan pengguanaan HCFC pada pada barang elekteronik, semoga saja dengan kerjasama yang baik dari semua pihak baik kementerian dan pemerintah provinsi bengkulu, dapat mencapai target yang diinginkan,” ungkap Juanaidi.

Selama dua hari iaitu senin dan Selasa (28-29/9/2015) ini Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan RI akan fokus membahas penggunaan bahan perusak ozon pada sektor perikanan.(sm)

Loading...
Loading...