Bendera Cina Ukuran Besar Berkibar di Indonesia

Inilah Foto Dari Vidio Berkibarnya Bendera Cina Yang Berukuran Lebih Bersa Disandingkan Dengan Merah Putih di Indonesi /Angkasa Online.Com
Inilah Foto Dari Vidio Berkibarnya Bendera Cina Yang Berukuran Lebih Bersa Disandingkan Dengan Merah Putih di Indonesi /Angkasa Online.Com

Nasional Angkasa Online.Com –  Berkibarnya bendera Cina di Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI), tepatnya di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ironisnya bendera Tiongkok itu dikibarkan bentuknya lebih besar dan sejajar dengan merah putih.

Berdasarkan refrensi dari beberapa media Online di Indoensei, Pengibaran bendera negara lain di NKRI ini,  diketahui pada saat Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba dan Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba hendak meletakkan batu pertama perusahaan PT Wanatiara Persada, investor nikel asal Tiongkok di Pulau Obi, Jumat (25/11/2016) lalu.

Loading...

Dikutip dari militermeter.com (26/11) Bendera Cina diturunkan secara Paksa  oleh Sertu (Mar) Agung Priyantoro angota Sintel Lanal Ternate atas perintah Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji. Bendera tersebut tepatnya berada di dermaga PT Wanatiara Persada disela-sela peresmian Smelther PT Wanatiara Persada.

https://www.youtube.com/watch?v=LhfheAdfBME

Bersarkan data dan informasi terhimpun oleh Angkasa Online.Com  bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada pukul 08.30 Wit. Kejadian setelah KM Sumber Raya 04 yang membawa Rombongan Gubernur dan Perwakilan Forkopimda Maluku Utara tiba. Pada saat kapal merapat, ada informasi tentang pengibaran bendera RRT yang posisinya sejajar dengan bendera Indonesia dan ukuranya lebih besar daripada ukuran bendera Indonesia.

Sebelum KM Sumber Raya 04 tiba,  sudah terjadi insiden dan ketegangan saat sejumlah wartawan yang tiba dahulu di Pulau Obi hendak menurunkan bendera China. Namun, hal itu dicegah karyawan lapangan (warga China) PT Wanatiara Persada dan Kapolres Halsel dengan maksud agar diturunkan sendiri oleh orang China supaya tidak terjadi permasalahan

Pencegahan ini dimaksudkan agar diturunkan sendiri oleh WN Tiongkok sendiri supaya tidak terjadi permasalahan yang lebih besar. Pada saat itu juga terdengar dari laporan Chief of Security PT Wanatiara Persada yakni Slamet, bahwasanya di lokasi acara juga terpasang bendera yang serupa.

Kemudian Pasintel Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif  memerintahkan Sertu (Mar) Agung Priyantoro untuk meluncur terlebih dahulu menuju ke lokasi acara, sampai di lokasi bendera RRC yang terpasang sedang proses diturunkan oleh Security PT Wanatiara Persada. Pukul 09.00 wit Pasintel Lanal Ternate bersama Kasi Intel Korem 152 Babullah, Mayor Arm Suyikno  bergerak menuju lokasi acara.

Pukul 09.00 wit Pasintel Lanal Ternate melaksanakan elisitasi ke Chief of Security PT Wanatiara Persada, yakni Slamet tentang kronologis dikibarkannya bendera RRT. Pada saat sela-sela elisitasi Chief of Security menerima panggilan lewat HT dan disampaikan oleh rekan kerjanya bahwasanya bendera di dermaga masih belum diturunkan.

Pada pukul 09.10 Wit (Waktu Indonesia Timur) Pasintel Lanal Ternate memerintahkan Sertu Mar Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga dan perintahkan untuk diturunkan. Diikuti dengan Kasi Intel Korem 152 Babullah. Kemudian pada pukul 09.18 Wit Pasintel berusaha menghubungi Danlanal Ternate untuk melaporkan kejadian pengibaran bendera tersebut. Pada saat itu, Pasintel diperintahkan untuk menyusun kronologi kejadian.

Pada pukul 09.30 WIT Sertu (Mar) Agung Priyantoro dan Kasi Intel Korem 152 Babullah menurunkan bendera Cina tersebut. Penurunan bendera ini atas perintah Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji dikarenakan menyalahi aturan.

Untuk diketahui bahwa aturan yang dilanggar atas berkibarnya bendera Cina ini adalah UU Nomor 41 tahun 1958 tentang Lambang Negara, dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia, ukuran bendera Cina tersebu lebih besar dibandingkan dengan bendera Merah Putih dan dikibarkan di tempat umum. Pada kejadian ini. (rm)

Loading...
Loading...